Ini lah yang terjadi pada tubuh setelah 1 jam minum cola!

0

Para peneliti yang sebagian besar merupakan ahli farmasi selalu bertanya-tanya kenapa orang masih bertambah berat badan walaupun ia mengikuti diet rendah lemak yang ketat, yang direkomendasikan oleh dokter mereka. Ternyata sebenarnya bukan “lemak”-nya lah yang menyebabkan pertambahan berat badan secara gak sehat. Banyak orang menderita penyakit berkaitan dengan obesitas seperti gangguan jantung, diabetes dan efek samping pengobatan yang mereka jalani. Penyebab utamanya gak lain berhubungan dengan konsumsi sebuah senyawa khusus yang ditemukan dibanyak minuman serta makanan yang telah diproses – fruktosa dalam bentuk sirup jagung berfruktosa tinggi.


Fruktosa yang berbentuk sirup jagung berfruktosa tinggi ini ditemukan hampir di semua makanan cepat saji, jajanan manis dan minuman bersoda. Sayangnya sebagian besar orang gak awas terhadap bahayanya. Gak cuma itu, senyawa ini bahkan juga ditemukan di konsumsi alternatif yang bertuliskan “rendah-lemak” dan banyak produk penurun berat badan lainnya, karena konsumsi yang lemaknya diambil itu rasanya gak enak. Jadi ditambahkanlah sirup jagung ini sebagai pendongkrak rasanya, menjadi lezat dan enak dikonsumsi.

Glukosa adalah salah satu tipe gula yang disukai tubuh kita. Ia dimetabolismekan dengan setiap sel di tubuh kita dan dengan mudah dibakar bersama dengan beberapa jenis produk buangan yang gak baik. Glukosa juga bisa memberitahu otakmu agar stop makan ketika kamu kenyang. Sedangkan fruktosa adalah gula tipe lain yang ditemukan di dalam sukrosa yang dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Fruktosa dimetabolismekan di dalam organ hati dan serupa dengan ethanol (dalam minuman beralkohol). Proses metabolismenya secara signifikan berlangsung bertahap selama sejam dan bisa kamu lihat dalam infografis berikut mulai dari menit ke menitnya.


Ketika kamu mengonsumsinya, sebenarnya reaksi biologisnya sama seperti ethanol tapi tanpa efek memabukkan. Itu akan membingungkan organ hati yang akhirnya akan membentuk banyak lemak di dalam prosesnya. Selain itu, senyawa ini gak akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa kamu sudah kenyang. Inilah kenapa banyak orang bisa meminum bergelas-gelas soda yang tinggi fruktosa dan masih bisa menyantap makanan cepat saji yang juga penuh fruktosa. Boleh sih dikonsumsi, tapi untuk kesehatan serta kebaikanmu sendiri, belajar untuk mengurangi dan mengontrolnya ya!

Share.

About Author

Leave A Reply