Lima Kiamat Yang Sudah Terjadi dalam Sejarah Bumi

0

Kita yang tersisa saat ini di Bumi merupakan turunan dari sekitar 4 persen makhluk hidup yang selamat dari kiamat tersebar.

Bumi disebut sedang dalam proses menuju kiamat keenam oleh sejumlah ilmuwan dalam penelitian mereka yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Dalam hasil penelitian itu dibeberkan bahwa separuh dari mamalia darat telah kehilangan 80 persen habitatnya dalam 100 tahun terakhir. Selain itu, miliaran mamalia, burung, reptil, dan binatang amfibi sudah lenyap dari muka Bumi.

Para peneliti mengatakan bahwa pemicu kiamat keenam ini adalah membengkaknya populasi manusia dan pola konsumsi manusia yang semakin rakus.

“Manusia akan membayar harga sangat mahal atas pemusnahan massal satu-satunya himpunan kehidupan yang kita kenal di alam semesta saat ini,” tulis para peneliti dalam artikel mereka.

Jika kiamat keenam yang sedang berlangsung ini dipicu oleh ulah manusia, bagaimanan dengan lima kiamat lainnya? Berikut penjelasan ringkasnya:

1. Kiamat Ordovician-Silurian

Ini adalah kiamat terbesar ketiga dalam sejarah Bumi. Terjadi sekitar 443 juta tahun silam, di akhir periode Ordovician dan awal periode Silurian.

Proses kiamat ini memiliki dua masa puncak, yang terpisah ratusan ribu tahun. Di periode Ordovician, sebagian besar mahluk hidup masih berhabitat di dalam air, seperti trilobite, brachiopoda, dan graptolite. Binatang-binatang ini yang sebagian besar punah ketika terjadi kiamat pertama di Bumi.

Secara keseluruhan, diperkirakan 85 persen kehidupan di lautan ketika itu punah akibat membekunya air laut. Sebuah lempengan es raksasa membentang di selatan Bumi akibat perubahan iklim.

Alhasil permukaan air laut semakin surut. Ketika lapisan es mulai mencair, kandungan oksigen di dalam lautan berkurang drastis.

2. Kiamat di akhir Periode Devonian

Sekitar tiga perempat spesies di muka Bumi pada periode ini (sekitar 360 juta tahun silam) punah, termasuk terumbu-terumbu karang yang sangat berharga bagi ekosistem Bumi.

Proses kiamat pada periode ini tak terjadi seketika, tetapi merupakan gabungan dari serangkaian tragedi kepunahan yang menggerus lebih dari 70 persen kehidupan di Bumi.

Yang terdampak paling parah adalah mahluk-mahluk hidup di lautan dangkal, terutama terumbu karang yang baru bisa berkembang biak lagi 100 juta tahun kemudian.

Pada masa ini sebagian besar dasar lautan tak memiliki oksigen dan hanya bakteri yang bisa bertahan hidup di sana.

Pemicu kepunahan massal kedua dalam sejarah Bumi ini adalah perubahan ketinggian permukaan laut, hantaman asteroid, perubahan iklim, dan munculnya tumbuhan-tumbuhan baru.

3. Kiamat di Periode Permian-Triassic

Kepunahan massal ini terjadi sekitar 250 juta tahun silam dan merupakan yang paling parah dalam sejarah Bumi. Ketika itu, sekitar 96 persen mahluk hidup di Bumi lenyap.

Kita yang tersisa saat ini di Bumi merupakan turunan dari sektiar 4 persen mahluk hidup yang selamat dari kiamat terbesar ini (The Great Dying).

Menurut para ilmuwan, pemicu kiamat ini sangat rumit karena berlangsung dalam dua fase yang berjarak jutaan tahun. Yang terdampak paling parah adalah mahluk-mahluk hidup di lautan dan terutama serangga raksasa.

Penyebab tragedi ini diperkirakan lebih dari satu, mulai dari hantaman asteroid, letusan gunung berapi di Siberia, berkurangnya oksigen, dan fluktuasi permukaan laut.

4. Kiamat di Periode Triassic-Jurassic

Terjadi sekitar 200 juta tahun silam, sekitar 18 juta tahun jelang berakhirnya Periode Triassic, proses kiamat ini berlangsung dalam tiga tahap.

Sebagian besar binatang punah, termasuk reptil-reptil laut, sejumlah amfibi raksasa, dan sejumlah besar molusca cephalopoda. Uniknya, tumbuh-tumbuhan tak banyak terdampak dalam kepunahan masal ini.

Pemicunya diduga perubahan iklim, letusan gunung berapi, dan hantaman asteroid.

5. Kiamat di Periode Crataceous-Tertiary

Pada masa inilah, sekitar 65 juta tahun silam, dinosaurus punah. Sebenarnya bukan cuma dinosaurus, tetapi juga kelompok binatang laut amonit, sejumlah besar tumbuhan berbunga, dan sebagian besar pterosaurus, sejenis reptil terbang.

Diduga kepunahan dinosaurus itu dipicu oleh beberapa faktor, termasuk menurunnya permukaan laut, letusan gunung berapi, dan puncaknya hantaman asteroid raksasa di semenanjung Yucatan, Meksiko.

Setelah periode ini, mamalia mulai menguasai Bumi dan manusia kemudian muncul sebagai spesies yang paling unggul.

Share.

About Author

Leave A Reply